💻 Digitalent Developer Console
Bergabunglah menjadi bagian dari ekosistem digital yang inklusif melalui integrasi dan pengembangan layanan yang skalabel untuk dampak yang lebih luas. Daftar Sekarang
Tentang Digitalent Developer Console
Digitalent Developer Console merupakan sebuah Pedoman Integrasi Aplikasi (PIA) yang digunakan untuk pengembangan Application Programming Interface (API) antara Portal DTS dan Klien. Dokumen ini merinci informasi yang diperlukan untuk mengintegrasikan modul-modul pada Portal DTS Application Programming Interface (API), terutama berkaitan dengan struktur elemen data yang harus dipersiapkan oleh klien yang menerima API Service dari KOMDIGI.
Tujuan dari dokumen Pedoman Integrasi Aplikasi (PIA) ini antara lain::
- Mempermudah proses integrasi sistem yang standar dan terstruktur bagi pihak-pihak terkait dengan sistem Komdigi
- Memberikan pedoman bagi pengiriman data kepada klien, serta meningkatkan kecepatan, keakuratan, dan ketepatan dalam penyajian data di dalam sistem aplikasi Komdigi.
Secara umum, dokumen PIA ini mencakup informasi mengenai bisnis proses integrasi, teknis integrasi Digitalent, contoh elemen data, dan contoh format JSON.
Prasyarat
Sebelum memanfaatkan informasi dalam dokumentasi ini, pastikan Anda telah memahami hal-hal berikut::
- Konsep dasar API RESTful – termasuk cara mengirim permintaan (request), menerima, serta membaca respons API.
- Mekanisme autentikasi API – pengetahuan tentang bagaimana proses otentikasi dilakukan dan bagaimana kredensial digunakan saat mengakses endpoint.
Integrasi API Platform Komdigi
Integrasi API adalah proses menghubungkan dan menggabungkan fungsionalitas antara dua atau lebih aplikasi atau sistem menggunakan Application Programming Interface (API). Tujuan utama dari integrasi API adalah untuk meningkatkan konektivitas dan interoperabilitas antara sistem yang berbeda, memungkinkan pertukaran informasi yang lancar, otomatisasi proses..
Lingkungan Sistem (Environment)
Dalam pengembangan dan penerapan aplikasi Digitalent, digunakan tiga lingkungan (environment) utama, yaitu Development (Dev), Staging (Stag), dan Production (Prod).
Development (Dev)
Frontend URL : https://digitalent.dev.sdmdigital.id
Backend URL : https://api.dev.sdmdigital.id
- Lingkungan ini digunakan oleh tim pengembang untuk melakukan implementasi dan pengujian awal fitur baru.
- Data yang digunakan umumnya berupa data dummy atau data uji coba.
- Perubahan dapat terjadi dengan frekuensi tinggi dan stabilitas tidak dijamin.
Production (Prod)
Frontend URL : https://digitalent.komdigi.go.id
Backend URL : https://api.sdmdigital.id
- Lingkungan ini adalah sistem yang digunakan secara langsung oleh pengguna akhir (end-user).
- Data yang digunakan merupakan data aktual sehingga aspek keamanan, stabilitas, dan ketersediaan sistem menjadi prioritas utama.
- Setiap perubahan pada environment ini harus melalui tahapan Dev dan Stag terlebih dahulu.
Header Permintaan
Setiap permintaan ke API Digitalent harus memiliki header permintaan berikut:
| Http Header | Required |
|---|---|
| Accept | Saat ini hanya mendukung application/json dan application/xml |
| Content-Type | Header ini dibutuhkan saat menggunakan metode POST dan GET. Saat ini hanya mendukung application/json |
| Client-Id | Kode unik yang diberikan kepada setiap klien terdaftar. Digunakan untuk mengidentifikasi sumber permintaan API. |
| Request-Id | Unique Request Identifier dalam format UUIDv4. |
| Request-Timestamp | Waktu saat permintaan dibuat, dalam format ISO 8601 (YYYY-MM-DDTHH:mm:ssZ). Digunakan untuk mencegah replay attack. |
| Signature | Nilai tanda tangan digital yang dihasilkan menggunakan algoritma HMAC-SHA256 dengan kombinasi parameter tertentu. |
Silakan merujuk ke bagian Autentikasi untuk menghasilkan signature..
Kode Respons HTTP
| Status Code | Reason |
|---|---|
| 200 OK | Ketika permintaan sesuai dengan yang diharapkan |
| 201 Created | Ketika permintaan sesuai dengan yang diharapkan |
| 400 Bad Request | Terjadi kesalahan logika |
| 401 Unauthorized | Signature tidak valid atau signature yang diberikan sudah kedaluwarsa |
| 403 Forbidden | Akses token tidak memiliki izin untuk memproses permintaan |
| 404 Not Found | Sumber daya yang ditentukan tidak ditemukan |
| 422 Unprocessable Entity | Terjadi kesalahan validasi |
| 429 Too Many Requests | Terlalu banyak permintaan ke server |
| 500 Internal Server Error | Terjadi kesalahan sistem atau aplikasi. Meskipun permintaan klien terlihat benar, ada yang tidak terduga di server. Anda dapat mencoba permintaan kembali dalam kasus ini |
| 503 Service Unavailable | Server tidak dapat menangani permintaan karena pemeliharaan sementara. Anda bisa mencoba lagi sedikit lebih lama |
| 504 Gateway Timeout | Server tidak dapat menangani permintaan karena pemrosesan data yang terlalu banyak. Anda bisa mencoba lagi sedikit lebih lama atau mempersingkat interval waktu dalam kasus ini |
Semua permintaan kecuali metode GET harus diidentifikasi secara unik dengan header
Request-Id.Request-Idyang duplikat akan mengembalikan status http409 Conflict.
Updated 28 days ago
